Monday, July 16ITS ALL ABOUT FLORES

Aksi Sparta Jakarta Desak KPK Tangkap dan Adili Bupati Lembata

Usai aksi, massa Sparta berfoto di depan kantor KPK (Foto: Choky)

JAKARTA – Sebuah elemen pemuda dan masyarakat Lembata di Jakarta yang menamakan dirinya Front SPARTA Jakarta menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Selasa 03/07/2018 pukul 11:00. Mereka menuntut lembaga itu untuk segera menindaklanjuti laporan yang sudah disampaikan berkaitan dengan dugaan korupsi di kabupaten itu.

Sebagaimana rilis yang diterima media ini, lima tuntutan SPARTA yang disampaikan ke KPK antara lain: Mengusut tuntas dugaan korupsi oleh Bupati Lembata, Eliatser Yentji Sunur, Tuntaskan manipulasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kab. Lembata, Menindaklanjuti laporan terkait fee proyek di Kab. Lembata, Menolak keras proyek Reklamasi Pantai Balauring dan Mendesak KPK untuk segera menangkap dan mengadili Bupati Lembata, Eliatser Yentji Sunur.

Dalam aksi itu, Akas Belutowe selaku masyarakat Dolulolong, Omesuri yang hadir sebagai bentuk perwakilan penggugat kasus reklamasi pantai mengatakan, patut diduga telah terjadi penyelewengan anggaran di dalam birokrasi di Lembata terkait Reklamasi Pantai Balauring. “KPK harus ke Lembata untuk segera melihat ketransparanan dan keadilan dalam tubuh Pemerintah Lembata.”

Aksi ini diisi dengan orasi dari beberapa orator muda seperti, Ciprianus Pito Lerek, Asis Wayongnaen, Choky Ratulela dan Epenk Djawang. Mereka saling bergantian menyampaikan aspirasi. Jenis aksi lain seperti pembacaan puisi dan aksi teatrikal oleh Vance Watoutan dan Jeremi Ndraha pun dibawakan dalam kesempatan itu. Sekitar puluhan mahasiswa, pemuda dan masyarakat Lembata Jabodetabek hadir untuk meneriaki tuntutan mereka.

Novan Wutun dalam orasinya menyampaikan bahwa, “Kegagalan sitem pemda baik eksekutif maupun legislatif hari ini menjadi tontonan masyarakat di sana. Kami mendukung penuh KPK untuk segera menyelidiki dugaan kejahatan anggaran ini,” tegasnya.

Sebelumnya pihak KPK tidak mau menemui massa aksi. Tetapi beberapa jam kemudian, audensi akhirnya terjadi akibat desakan dari peserta aksi.  Audensi berlangsung cukup lama, sementara orator terus menyuarakan aspirasi mereka. Aksi ini diikuti juga beberapa anggota dari organisasi mahasiswa dan kepemudaan antara lain PMKRI, HMI dan GPPI. Organisasi Kedaerahan seperti FKMTRI dan AMANG Manggarai juga turut hadir.

Dari hasil audensi yang memakan waktu satu setengah jam tersebut, KPK melalui humasnya menyampaikan bahwa laporan sudah di tindalanjuti dengan segala berkas sedang di analisis oleh tim penyidik KPK. (Choky/FK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *