Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

Begini Kata Nyong Franco Tentang Lagunya, Gemu Famire

FLORESKITA.COM | Gemu Famire adalah fenomena sejak 2012 hingga hari ini. Fakta ini dapat Anda saksikan di mana saja Anda berada, di semua kalangan baik dari latar suku, usia, profesi dan lainnya. Pendek kata, Gemu Famire menjadi fenomena yang menembus segala batas, pun batas negara. Di dalam Gemu Famire, semua paham melebur dalam irama gerakan dan hentakan khas.

Maumere, sebuah kota di Pulau Flores pun menjadi identik dengan lagu ini. Bahkan tak jarang orang menyebut Gemu Famire dengan Lagu Maumere lantaran ada bagian dari lirik yang menyebutkan nama kota ini.

Nyong Franco dalam sebuah wawancara yang dirilis via youtube yang diposting beberapa waktu lalu mengatakan, gagasan awal ia menciptakan lagu ini sederhana saja. Ia ingin agar setiap orang yang datang ke Maumere, bisa pulang membawa lagu ini sebagai souvenir atau kenang-kenangan.

Tahukah Anda arti dari Gemu Famire? Nyong Franco menyebutkan, secara harafiah judul lagu ini memiliki arti ‘makan not fa mi re (4-3-2 – red). Ini adalah bentuk ungkapan jenaka dari nenek moyang orang Maumere.

Fenomenalnya lagu Gemu Famire ini menyebabkan sejumlah pihak di Indonesia kemudian merekam ulang lagu ini dengan aransemen yang berbeda dari musik aslinya. Ada yang liriknya tetap sama, namun pengucapannya yang salah.

“Namun ada juga yang aransemennya digantik, syairnya juga diganti. Sayangnya, mereka tidak pernah komunikasi dan koordinasi dengan saya masalah merekam ulang dan sebagainya. Karena lagu ini sudah ada hak ciptanya. Saya sudah daftarkan di HAKI dan sertifikat hak ciptanya sudah keluar,” papar dia.

Semua ini diketahui dengan baik oleh Nyong Franco sehingga ia mengingatkan bahwa, dirinya bukan bermaksud meminta apa-apa, tetapi dengan koordinasi dan komunikasi setidaknya karya ciptanya itu terjaga dari kesalahan penyebutan yang akan mengaburkan arti dari lagu itu.

Sebagai seorang yang kini memiliki karya musik yang besar, bahkan mungkin terbesar sepanjang sejarah musik di Flores, Nyong Franco mengingatkan kepada musisi-musisi muda agar senantiasa menjaga dan menghormati originalitas. Kata dia, sesederhana apapun sebuah karya, kalau itu adalah karya original yang lahir dari dalam, akan lebih bertahan. (YTB/HH)

 

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *