Monday, June 25ITS ALL ABOUT FLORES

Bupati dan Wabup Flotim Disebut Salah Total Soal Miras

Pohon Lontar penghasil tuak (Foto: Unud.ac.id)

JAKARTA –┬áPeraturan Daerah Kabupaten Flores Timur, No.8 tahun 2011 tentang Pengawasan Dan Pengendalian Minuman Beralkohol kini kembali disorot. Kali ini datang dari Tuan Kopong MSF yang mengatakan, tindakan bupati dan wakil bupati Flores Timur melakukan penyitaan tuak dan arak adalah tindakan yang tidak jeli bahkan salah total dalam melihat persoalan yang terjadi di Flotim.

Sekalipun Perda ini lahir pada masa kepemimpinan Bupati Yosni Herin dan wakilnya Valens Tukan, Anton Hadjon dan Agus Payong Boli adalah dua orang yang turut mengesahkan Perda ini saat masih menjabat sebagai Anggota DPRD Flores Timur.

“Saya menjadi heran, ketika bapak berdua hendak membangun Flotim termasuk memberdayakan orang muda, tetapi bapak berdua justru melumpuhkan salah satu sarana penyambung dan penambah ekonomi keluarga serta salah satu minuman yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Lamaholot termasuk dalam urusan adat. Bapak membumihanguskan tuak dan arak, namun membiarkan mental dan perilaku buruk, mental kelahi dan pengganggu keamanan terus bertumbuh subur dan berkeliaran,” gugatnya sebagaimana dikutip dari akun media sosialnya.

Tuan Kopong juga menganalogikan Perda Anti Miras ini dengan pornografi. “Jika perda ini terus diberlakukan maka saya mengibaratkan seperti film yang berbau pornografi. Memberangus pornografi namun membiarkan mental manusia untuk terus menonton.”

Tak hanya itu, ia juga mengatakan seperti politikus yang berbuat salah, masyarakat mempersalahkan politik dengan mengatakan politik itu busuk atau kotor.

“Padahal antara tuak, arak, pornografi dan politik itu adalah netral, di mana menjadi sebuah tawaran yang mana manusialah yang menentukan pilihan pada tawaran itu. Ketika mentalnya baik maka pilihannya pasti tepat dan baik serta benar pula. Namun ketika mentalnya tidak baik, yah pilihannya juga berakhir tidak tepat, baik dan benar.” (HH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *