Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

FOTO

Ini Penampakan Nihiwatu Resort di Sumba, Tarifnya Rp8,5 juta – Rp150 juta per Malam

Ini Penampakan Nihiwatu Resort di Sumba, Tarifnya Rp8,5 juta – Rp150 juta per Malam

FEATURES, FOTO, NEWS
FLORESKITA.COM | Keindahan alam Nusa Tenggara Timur kini mulai menjadi bidikan para pegiat wisata dari seantero dunia. Apalagi tahun 2016, Travel Leisure Magazine menobatkan Nihiwatu Resort sebagai hotel dengan tarif termahal di dunia. Kisaran biaya menginap permalam di Nihiwatu, berkisar mulai Rp8,5juta untuk paket yang paling murah, sementara rates yang paling mahal bisa mencapai Rp150 jutaan per malam. Lokasi yang terletak di wilayah Kabupaten Sumba Barat itu pertama kali ditemukan pada 1998 ketika Claude dan Petra Graves tengah mencari sebuah pantai dengan gelombang yang sempurna guna dijadikan sebuah resort istimewa. Hingga kemudian pada 2012, datanglah seorang pengusaha asal Amerika Serikat, Christopher Burch mengambil alih resort tersebut dan mengembangkannya menjadi seperti ...
Warna Putih Mendominasi Deklarasi dan Pendaftaran TITEN Herman-Vian

Warna Putih Mendominasi Deklarasi dan Pendaftaran TITEN Herman-Vian

FOTO, NEWS
FLORESKITA.COM | Paket TITEN Herman-Vian yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera hari ini melakukan deklarasi sekaligus pendaftaran ke KPUD Lembata. Nuansa putih mendominasi rangkaian acara sedari pagi hari ini, senafas dengan tagline pasangan Herman Yosef Loli Wutun - Yohanes Viany Burin yakni Titen untuk Lembata Bersih. Berikut rekaman lensa kontributor FloresKita di Lewoleba, Fransiskus Namang dan Sumarlin Wuwur yang menggambarkan prosesi deklarasi dan pendaftaran di KPUD Lembata, siang ini (22/09/2016).
Ramainya Aktivitas Jual Beli Ikan di TPI Alok Maumere

Ramainya Aktivitas Jual Beli Ikan di TPI Alok Maumere

FOTO
Penulis : Ebed de Rosary  FLORESKITA.COM-Saban hari, aktivitas jual beli ikan di tempat pendaratan ikan (TPI) Alok Maumere, dimulai pukul 05.00 wita. Namun begitu, sekitar pukul 04.00 wita, puluhan kapal kayu penangkap ikan berbobot mati 10 ton hingga 40 ton mulai merapat ke pelabuhan yang berada persis di sebelah timur pelabuhan laut Laurens Say Maumere. Saat disambangi FloresKita,Senin (22/02/2016), kapal-kapal yang merapat ke pelabuhan memilih berlabuh sekitar 10 hingga 50 meter dari dermaga TPI Alok. Beberapa anak buah kapal terlihat sedang melepaskan ikan dari pukat. Sementara, seorang anak buah kapal dengan sampan membawa ikan hasil tangkapan yang sudah dimasukan ke dalam kantung plastik ke dermaga. “Ikan yang kami tangkap langsung kami jual di dermaga kepada para pembel
Galeri Foto : Jalan Lintas Utara Flores Merana

Galeri Foto : Jalan Lintas Utara Flores Merana

FOTO
Foto dan Teks : Ebed de Rosary Jalan propinsi lintas utara Flores hampir sebagian besar ruas jalan yang berada persis di garis pantai mengalami kerusakan. Tanggul penahan gelombang banyak yang rubuh dan runtuh dihempas ganasnya ombak laut pantai utara. Jalan yang menghubungkan beberapa wilayah kabupaten di pesisir utara Flores seperti kecamatan Magepanda kabupaten Sikka, kecamatan Kota Baru, Maurole, Maukaro, Wewaria  serta kecamatan Wolowae di kabupaten Nagekeo ini saat musim hujan mirip kubangan tempat mandi kerbau. Selain berlubang dan beberapa ruasnya ambruk diterjang abrasi, aspal jalan pun hampir tidak terlihat lagi. Yang tersisa hanya jalan tanah dengan bebatuan yang bertebaran dan mengancam pengendara khusunya sepeda motor. Jalan yang biasa dilintasi beberapa bu
Tuhuk Kelewo

Tuhuk Kelewo

FOTO, INTERVIU
TUHUK Klewo merupakan ritual adat Koke Bale yang berlangsung di desa wisata Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur. Ritual adat ini digelar setiap tahun dan selalu diawali dengan menggganti atap Koke Bale atau rumah adat kampung (lewo). Ritual ini dihadiri 18 suku yang tersebar di Desa Lewokluok, Bama, dan Blepanawa yang merupakan satu kesatuan suku. Malam harinya dilanjutkan dengan menggelar ritual Eten Kein di Wai Maki (mata air). Dalam ritual ini, bubungan atap Koke Bale yang berbentuk segitiga dan dianyam dari daungebang (lontar) beserta kayu penahan berbentuk serupa dari pohon tuak (enau), diganti dengan yang baru. Semua anak suku terlibat dalam pembuatannya, namun hanya utusan dari suku Lein saja yang diperbolehkan naik ke atap Koke Bale dan menggantinya. (*...