Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

THE LEGEND

Di Lahad Datu, Malaysia… Janji Ujo Aro Bawa Sampe Mati

Di Lahad Datu, Malaysia… Janji Ujo Aro Bawa Sampe Mati

FEATURES, NEWS, THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Cerita tentang Konser Fajar Band sejak Sabtu malam (19/8/2017) hingga Minggu pagi keesokan harinya menjadi bahan pembicaraan warga Paroki Santo Dominic, Lahad Datu, Sabah Malaysia. Banyak yang tidak percaya, khususnya warga lokal maupun para perantau asal Philiphina di paroki tersebut, jika ada kelompok musik atau grup band kampung dari Indonesia yang menyajikan pertunjukan yang luar biasa dan memukau lebih dari 2.000 orang pada pertunjukan malam itu. Tak puas hanya satu kali, keesokan harinya secara spontan umat setempat pun mendaulat Nus Bahy dan kawan-kawan untuk tampil lagi. Ini diluar dari skenario yang direncanakan, tetapi yang datang pun jumlahnya tumpah ruah. Ada yang baru datang pada konser kedua, banyak juga yang datang lagi setelah semalam menghabiskan malam ...
Begini Kata Nyong Franco Tentang Lagunya, Gemu Famire

Begini Kata Nyong Franco Tentang Lagunya, Gemu Famire

NEWS, THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Gemu Famire adalah fenomena sejak 2012 hingga hari ini. Fakta ini dapat Anda saksikan di mana saja Anda berada, di semua kalangan baik dari latar suku, usia, profesi dan lainnya. Pendek kata, Gemu Famire menjadi fenomena yang menembus segala batas, pun batas negara. Di dalam Gemu Famire, semua paham melebur dalam irama gerakan dan hentakan khas. Maumere, sebuah kota di Pulau Flores pun menjadi identik dengan lagu ini. Bahkan tak jarang orang menyebut Gemu Famire dengan Lagu Maumere lantaran ada bagian dari lirik yang menyebutkan nama kota ini. Nyong Franco dalam sebuah wawancara yang dirilis via youtube yang diposting beberapa waktu lalu mengatakan, gagasan awal ia menciptakan lagu ini sederhana saja. Ia ingin agar setiap orang yang datang ke Maumere, bisa pulang mem...
Orang Flores Wajib Tahu, Soekarno di Ende dan Lahirnya Pancasila

Orang Flores Wajib Tahu, Soekarno di Ende dan Lahirnya Pancasila

NEWS, THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Kota Ende di Propinsi Nusa Tenggara Timur, adalah sebuah kota yang terletak di titik tengah Pulau Flores. sangat sepi pada tahun 1934. Jalannya tak ada yang beraspal, rumah penduduk pun jarang. Mayoritas wilayahnya dipenuhi hutan, kebun karet, dan tanaman rempah. Ke kota itulah Soekarno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1934 hingga 1938. Bung Karno yang saat itu menjadi tahanan politik membawa istri pertamanya, Inggit Garnasih, dua anak angkatnya Ratna dan Kartika, serta ibu mertuanya, Amsih. Bung Karno mengontrak rumah itu dari sahabatnya, Haji Abdullah Ambuwaru. Tiga kamar tersedia di bangunan seluas 162 meter persegi itu. Di belakang rumah, ada ruangan yang kerap dipakai Bung Karno untuk salat dan meditasi, serta sumur yang airnya masih dapat ...
Kota Ende dan Asal Usul Nama, Dari Ular Sawa Cindai, Ciendeh dan Endeh

Kota Ende dan Asal Usul Nama, Dari Ular Sawa Cindai, Ciendeh dan Endeh

NEWS, THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Kota Ende yang terletak di bagian tengah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari-hari ini menjadi perhatian publik. Tak hanya karena 1 Juni ini dirayakan sebagai hari lahirnya Pancasila, tetapi juga lantaran kondisi politik nasional yang menghangat dengan adanya gugatan sekelompk orang terhadap dasar negara dan ideologi bangsa ini. Ketika berbicara tentang Pancasila, maka orang akan menengok ke Kota Ende yang memiliki kisah kelahiran Pancasila dari sang proklamator, Bung Karno. Lantas, bagaimana sebenarnya sejarah kota yang menjadi tempat pembuangan Ir. Soekarno pada tahun 1934 - 1938, 7 tahun sebelum proklamasi Indonesia dikumandangkan dan Pancasila dijadikan ideologi negara ini? Sejarahwan F.X Soenaryo, menyebutkan, diperkirakan kata Ende berasal dari kata cinda...
Ini Kisah Gadis 3 Tahun yang Mencuri Pileola atau Topi Kecil Paus Fransiskus

Ini Kisah Gadis 3 Tahun yang Mencuri Pileola atau Topi Kecil Paus Fransiskus

NEWS, THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Betapa dihormatinya topi kebesaran seorang uskup bagi masyarakat Flores yang mayoritas beragama Katolik. Apalagi topi pimpinan tertinggi gereja Katolik, Paus Fransiskus. Jangankan mencuri, menyentuhnya saja tentu menjadi berkat tersendiri yang tak pernah terbayangkan. Estelle Westrick, gadis kecil berusia 3 tahun ini bukan orang Flores. Laiknya anak seusia itu yang masih polos, Estelle yang berasal dari Atltanta, AS, adalah satu dari sekian banyak orang yang datang ke Vatikan. Mereka menantikan Paus untuk menyapa mereka di Vatikan, Rabu (22/3/2017), ia bersama kedua orang tuanya. Estelle lalu digendong oleh pengawal Paus untuk diantarkan kepada sang pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Setelah mendapatkan berkat, tiba-tiba Estelle mengambil pileola atau topi kecil yang...
30 Tahun Berkarya, Wens Kopong Akan Konser di Taman Ismail Marzuki

30 Tahun Berkarya, Wens Kopong Akan Konser di Taman Ismail Marzuki

NEWS, THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Pelopor musik pop daerah NTT asal Adonara, Wens Kopong Liat akan menggelar Konser Musik memperingati 30 tahun berkarya di dunia musik pop daerah. Acara yang akan menampilkan sejumlah penyanyi yang dibesut melalui manajemen WK Records ini akan digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada 22 April 2017 mendatang. Acara ini mengusung tajuk, 'Bae Tida Bae, Flobamora Lebe Bae.' Dalam keterangan yang disampaikan oleh panitia penyelenggara kepada FloresKita.Com di Jakarta beberapa hari lalu, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada sosok yang telah menjadi motor bagi para penyanyi dan musisi lagu pop daerah NTT untuk masuk dapur rekaman. Meski album-album Wens Kopong lebih banyak didominasi oleh lagu-lagu Lamaholot, namun kehadirann...
Di Lamaholot Gading Jadi Mas Kawin, di China Perdagangan Gading Dilarang

Di Lamaholot Gading Jadi Mas Kawin, di China Perdagangan Gading Dilarang

NEWS, THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Andai saja para pebisnis gading di China mengetahui bahwa mereka tidak hanya bisa mendapatkan gading gajah dari Afrika nun jauh di sana, boleh jadi wilayah Flores Timur dan Lembata akan menjadi target perburuan gading bagi mereka. Apalagi, mulai akhir 2017 nanti, negara tirai bambu ini akan melarang perdagangan dan pengolahan gading yang rata-rata berasal dari Afrika. Di China, gading gajah sangat diminati. Bahkan sama seperti di Lamaholot, sebagianĀ  orang di China menganggap gading sebagai simbol status. Harganya pun tak dilihat berdasarkan ukuran panjang dan diameter, melainkan ditakar berdasarkan berat gading. Saat ini, gading di China dihargai dengan harga per kilogram mencapai 1.100 dolar AS (sekitar Rp14,9 juta). "Untuk lebih melindungi gajah dan mengatasi perd
Tahun 2017, NTT Akan Bangun Patung Yesus Kristus Tertinggi di Dunia

Tahun 2017, NTT Akan Bangun Patung Yesus Kristus Tertinggi di Dunia

NEWS, THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Dunia mungkin lebih mengenal patung (statue) Christ of Redeemer di Rio de Jeneiro yang tingginya hanya 30,1 meter, atau di Indonesia ada patung Yesus yang lebih tinggiĀ  sekaligus tertinggi di dunia yakni di Manado (50,9 m). Namun sebentar lagi, akan hadir rekor baru dunia di NTT. Sebuah patung Kristus Raja setinggi 58 meter akan didirikan beserta Taman Doa di bukit Neonbat, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Patung itu mulai dibangun pada tahun 2017. Seperti dikutip dari Kompas, (9/12/2016), DPRD Kabupaten TTU telah menyetujui pembangunan patung tersebut lengkap dengan taman doa. Pembangunan akan dilakukan dengan skema tahun jamak atau multi years. Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes mengaku, ide u
Motang Rua, Pahlawan asal Manggarai dengan Kapak Kebanggaannya

Motang Rua, Pahlawan asal Manggarai dengan Kapak Kebanggaannya

THE LEGEND
FLORESKITA.COM | Coba Anda bertanya kepada siswa-siswa Sekolah Dasar tentang bagaimana perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap Belanda, atau Bung Tomo yang berapi-api mengobarkan semangat perlawanan kepada tentara Sekutu di Surabaya. Sudah pasti mereka akan menjawab dengan fasih. Namun, cobalah bertanya kepada mereka tentang Motang Rua, Marilonga atau Herman Fernandez serta Eltari. Boleh jadi, ada yang belum pernah mendengar nama-nama itu. Dalam rangka memperingati tanggal 10 November 2016, FloresKita.Com menurunkan beberapa artikel yang berkaitan dengan perjuangan Indonesia melawan penjajahan. Lebih khusus lagi, bagaimana Orang Flores berjuang mengusir penjajah dari nusa bunga itu. Relly Jehato dalam sebuah tulisannya di Kompasiana mengatakan bahwa kita biasanya ikut terlibat dalam ...
Conrad ‘Botoor’ Floresman, Penyanyi Reggae Nasional Asal Lembata (Bagian 1)

Conrad ‘Botoor’ Floresman, Penyanyi Reggae Nasional Asal Lembata (Bagian 1)

THE LEGEND
FLORESKITA.COM | 'Petang-petang dudo petotang di tepi pante, dudo petotang lia orang pi bekarang. Kaka mo ade, mereka besora begaing badan, yeyeye...jalan rerame ba ketura mo hora, Ikan maso kota banya ho, lepa dike. Ae suro besa wow..wo..wo..cepa dike. Ikan..ikan...cepa-cepa, jang sampe salah. Cako-cako, leka-leka, jang sampe telepa jo angka bu dalang hora, yeyeye....." Orang Lamaholot di Flores Timur dan Lembata pasti sudah bisa mengetahui, bahasa apa yang dipakai di dalam bari-baris syair di atas. Ya, itu adalah bahasa Larantuka, penggalan lagu berjudul Petotang yang ditulis dan dinyanyikan oleh Conrad Floresman, sekira 2008 silam. Lagu ini sudah menyebar luas dalam bentuk file mp3 di kalangan penikmat musik daerah di Lamaholot. Namun, siapakah sesungguhnya penyanyi berkarakter su...