Saturday, April 21ITS ALL ABOUT FLORES

PROKONTRA

Pecat Kader Mulai Jadi Tradisi di PDI Perjuangan

Pecat Kader Mulai Jadi Tradisi di PDI Perjuangan

NEWS, PILGUB NTT, PROKONTRA
JAKARTA - PDI Perjuangan akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah kader yang dianggap menyimpang dari keputusan organisasi dalam kaitan dengan penyelenggaraan Pilgub NTT 2018. Jika sebelumnya Raymundus Fernandez menyatakan mengundurkan diri dari jabatan struktural dan keanggotaannya di partai ini, maka Jumat (22/12/2017) Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara tegas mengatakan akan memberikan sanksi pemecatan terhadap Dolvianus Kolo dari keanggotan PDI Perjuangan. Dolvianus Kolo saat ini menjabat Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT. Dia juga anggota DPRD Provinsi NTT. Pemecatan terhadap kader yang dianggap tidak loyal kepada garis kebijakan partai ini bukan baru kali ini terjadi. Dalam Pilkada Lembata 2017 silam, partai ini juga memecat sejumlah ka
Badan Pengelola Pasar di Maumere dan Tempat Mesum

Badan Pengelola Pasar di Maumere dan Tempat Mesum

NEWS, PROKONTRA
MAUMERE - Kalau berita soal Lastri di Flores Timur, atau rumah tripleks di Lembata, bukan lagi kisah baru untuk masyarakat di dua tempat itu. Demikian juga dengan tempat-tempat mesum di sejumlah wilayah lain di Flores. Rerata tempat-tempat seperti itu, mengambil lokasi di pinggir kota jauh dari keramaian. Barangkali faktor keamanan dari tatapan mata warga jadi pertimbangannya.  Namun, kejadian di Maumere ini cukup unik karena tempat mesum ini terletak di tengah pasar nan ramai dan berlokasi di samping kantor badan pengelola pasar. Sebuah bangunan semi permanen diapit bangunan semi permanen lainnya di lokasi penjualan pisang dan ubi-ubian di Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau Flores. Warung yang telah lama ditinggalkan pemiliknya ternyata sudah berubah fungsi menjadi tempat mesum. Setiap ha
Bupati dan Wabup Flotim Disebut Salah Total Soal Miras

Bupati dan Wabup Flotim Disebut Salah Total Soal Miras

DIASPORA, NEWS, PERSPECTIVE, PROKONTRA
JAKARTA - Peraturan Daerah Kabupaten Flores Timur, No.8 tahun 2011 tentang Pengawasan Dan Pengendalian Minuman Beralkohol kini kembali disorot. Kali ini datang dari Tuan Kopong MSF yang mengatakan, tindakan bupati dan wakil bupati Flores Timur melakukan penyitaan tuak dan arak adalah tindakan yang tidak jeli bahkan salah total dalam melihat persoalan yang terjadi di Flotim. Sekalipun Perda ini lahir pada masa kepemimpinan Bupati Yosni Herin dan wakilnya Valens Tukan, Anton Hadjon dan Agus Payong Boli adalah dua orang yang turut mengesahkan Perda ini saat masih menjabat sebagai Anggota DPRD Flores Timur. "Saya menjadi heran, ketika bapak berdua hendak membangun Flotim termasuk memberdayakan orang muda, tetapi bapak berdua justru melumpuhkan salah satu sarana penyambung dan penamba