Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

Di Lahad Datu, Malaysia… Janji Ujo Aro Bawa Sampe Mati

FLORESKITA.COM | Cerita tentang Konser Fajar Band sejak Sabtu malam (19/8/2017) hingga Minggu pagi keesokan harinya menjadi bahan pembicaraan warga Paroki Santo Dominic, Lahad Datu, Sabah Malaysia. Banyak yang tidak percaya, khususnya warga lokal maupun para perantau asal Philiphina di paroki tersebut, jika ada kelompok musik atau grup band kampung dari Indonesia yang menyajikan pertunjukan yang luar biasa dan memukau lebih dari 2.000 orang pada pertunjukan malam itu.

Tak puas hanya satu kali, keesokan harinya secara spontan umat setempat pun mendaulat Nus Bahy dan kawan-kawan untuk tampil lagi. Ini diluar dari skenario yang direncanakan, tetapi yang datang pun jumlahnya tumpah ruah. Ada yang baru datang pada konser kedua, banyak juga yang datang lagi setelah semalam menghabiskan malam minggunya dengan menyaksikan pertunjukan Fajar Band di pelataran Gereja Santo Dominic, Lahad Datu.

Nus Bahy kepada Floreskita.com usai pertunjukan itu mengatakan, ia tidak mengira sambutan begitu luar biasa dari penonton. Sama sekali di luar dugaan dirinya maupun seluruh kru band itu. Ia juga tidak menyangka jika banyak orang terheran-heran, lebih tepatnya terpukau, menyaksikan dirinya dan personil Fajar Band dapat menyuguhkan lagu-lagu setempat dan juga lagu berbahasa Philipina dengan sangat bagus.

Tidak cukup perasaan mereka dicampur-adukan antara senang, bahagia dan terharu, Nus dan personil Fajar Band semakin tersentuh ketika bendera merah putih dihadirkan di atas panggung sebagai simbol peringatan kemerdekaan RI ke-72. Bagaimana tidak, seumur hidup, itulah pertama kalinya Fajar Band merayakan 17 Agustus di negara orang, di tengah-tengah kondisi yang demikian.

G. Geo Pari (berbaju kaos putih), pendiri Fajar Band yang setia mendampingi anak-anak asuhnya

Terkesan dengan hiburan yang disuguhkan yang begitu memuaskan, Nus dan kawan-kawan sampai kewalahan merespon ribuan penonton yang menyerbu mereka usia konser, baik di hari pertama maupun kedua. Ada yang sekadar berjabatan tangan dan mengungkapkan perasaan mereka, betapa terhiburnya mereka. Lebih banyak yang datang membawa buku dan apa saja yang mereka punya, bahkan kaos yang baru mereka beli dan meminta para personil Fajar Band untuk membubuhkan tanda tangannya di atas kaos itu.

“Ni kali lah…….” ungkap Nus Bahy meniru cara anak-anak muda setempat mengekspresikan kekaguman dan kegembiraan mereka yang dalam bahasa Indonesia maknanya kurang lebih seperti ungkapan, “Nah ini dia….”

Janji Ujong Aro (JURO) yang tadinya hanya dikenal oleh para perantau asal Flores Timur dan Lembata saja, sejak konser itu mulai dikenal luas oleh para perantu dari multinegara yang ada di kawasan Lahad Datu dan sekitarnya. Tak hanya JURO 1 sebagaimana yang mereka kenal di sana selama ini, kali ini mereka mendengar langsung dari Fajar Band bagaimana indahnya lantunan Janji Ujong Aro 2 dan 3 yang belum pernah didengar.

Nus Bahy bilang, kesuksesan pagelaran musik di Lahad Datu ini langsung menimbulkan efek riak sungai yang tidak kecil. Wilayah-wilayah di sekitar Lahad Datu seperti Kota Kinabalu dan lain-lain langsung menemui mereka untuk menyampaikan permintaan agar segera dibuatkan jadwal untuk kedatangan Fajar Band berikutnya. Bak entertainer yang kebanjiran order, Nus dan kawan-kawan sangat puas dengan kesuksesan pertunjukan ini.

“Karena sambutan yang begitu bagus dan mereka merasakan kepuasan yang luar biasa, maka kami pun dengan sangat baik menjalankan misi utama dari konser ini. Pesan yang kami sampaikan untuk merantau secara bermartabat pun dapat diterima dengan baik oleh semua yang menyaksikan pertunjukan musik kami,” papar Nus.

Romo Lukas Laba Erap Pr. dari Keuskupan Larantuka yang memimpin rombongan itu pun merasakan hal yang sama. Dirinya semakin yakin bahwa kegiatan yang dilakukan ini menjadi bukti bahwa para diaspora asal Keuskupan Larantuka yang merantau ke Malaysia, akan lebih tersentuh jika didatangi dengan pendekatan kultural sebagaimana yang dilakukan oleh Fajar Band ini.

Usai dari Lahad Datu, dalam satu hingga dua hari ke depan, Fajar Band akan menuju ke Nunukan. Warga Lamaholot di Nunukan pun sudah tak sabar menanti kedatangan Nus Bahy dan kawan-kawan. Janji Ujong Aro…., dari Lamaholot, di bawa ke Lahad Datu, lalu ke Nunukan hingga akhirnya …..Bawa sampe mati. (Ferdinand Lamak/Foto: Opin Bahy)

 

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *