Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

Herman Hayong: Jangan Jadi The Winner Takes All

FLORESKITA.COM |  Dalam Waktu yang cukup singkat terjadi dinamika politik yang cepat dan memanas di tubuh Partai Golkar NTT. Banyak sekali teman-teman mengirim pesan kepada saya sekedar bertanya apa yang sesungguhnya terjadi di Partai Golkar NTT? Saya lalu menjawab singkat bahwa tidak ada yang luar biasa terjadi di Partai Golkar NTT karena yang sesungguhnya yang terjadi adalah suatu dinamika luar biasa yang terjadi di DPP Partai GOLKAR menjelang Keputusan DPP untuk menetapkan Calon Gubernut NTT dari Partai Golkar.

Seperti biasa dinamika internal maupun eksternal terjadi sangat cepat dan berimplikasi pada organisasi maupun para Kandidat Calon Gubernur. Semua bisa terjadi begitu cepat dan diluar prediksi para pengamat senior sekalipun. Tiba-tiba beredar berita soal ditetapkannya Melki Laka Lena sebagai Calon Gubernur/Wakil Gubernur dari Partai Golkar yang hingga kini belum ada kepastian karena saya sendiri belum pernah membaca sepucuk suratpun tentang hal itu.

Merespon kabar penetapan Laka-Lena maka Ketua DPD Golkar NTT Ibrahim Agustinus Medah mengambil langkah cepat dengan bergabung secara resmi dengan Partai Hanura.

Sekembalinya saya dari kampung halaman atas kedukaan Ibunda saya saya disuguhi banyak diskusi dengan beberapa teman di DPP Partai Golkar seputar situasi terkini di Partai Golkar NTT pasca pengunduran diri Pak Medah. Banyak manuver dan hitung-hitungan politik tengah berseliweran di kalangan internal DPP Partai Golkar yang memberi kesan tengah terjadi proyek dagang sapi soal jabatan.

Sebagai salah seorang kader partai yang memilih untuk tidak berada di struktur DPP karena berbeda visi saat munaslub dan konsisten terhadap perjuangan maka saat ini kami hanya bisa melihat dari kejauhan dan sekedar memberi saran kepada para pemangku kepentingan :

1. Bahwa Partai Golkar NTT membutuhkan perubahan mendasar dari sisi organisasi maupun perilaku politik para kader sehingga mampu menjawab tuntutan perubahan dan harapan konstituen.

2. Bahwa menindaklanjuti pengunduduran diri Ketua DPD Partai Golkar NTT, maka DPP Partai Golkar harus bijak dalam mengambil keputusan yang tidak hanya mempertimbangkan kepentingan jangka pendek namun harus melihat kepentingan organisasi Partai Golkar dalam jangka panjang.

3. Bahwa saat ini seluruh elemen organisasi Partai Golkar NTT membutuhkan seorang Pelaksana Tugas (PLT) yang senior dan memahami betul animo keluarga besar Partai Golkar NTT.

4. Transisi Kepemimpinan Partai Golkar NTT sebaiknya dan seharusnya tidak melibatkan para Kandidat Calon Guburnur/Wakil Gubernur dari Partai Golkar agar terhindar dari konflik kepentingan yang akan memperparah situasi internal Partai Golkar NTT.

5. Bahwa saat ini Partai Golkar NTT tidak perlu banyak berharap akan memenangkan Calon Gubernurnya pada pilgub yang akan datang jika transisi kepemimpinan ini tidak dilaksanakan dengan bijak.

6. Bahwa yang paling penting saat ini adalah bagaimana proses transisi kepemimpinan ini mampu memberikan perhatian pada kepentingan jangka panjang dengan secara serius menata organisasi Partai Golkar untuk agenda politik nasional yang akan datang dan mendukung upaya pemerintah dalam menyuksuskan agenda pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Dibutuhkan Kearifan super : “Ibarat menarik benang dalam tumpukan tepung, benang bisa ditarik namun tepung tidak berserakan” (Herman Hayong, Kader Partai Golkar, tinggal di Jakarta)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *