Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

Heroisme Banser NU yang Rela Mati Demi NKRI, Fakta 17 Tahun Silam Saat Bom Malam Natal

FLORESKITA.COM | Kompas.com hari ini menurunkan sebuah artikel bertajuk “Kami Banser tidak takut mati demiĀ  NKRI.” Sebuah judul yang kontekstual dengan kondisi negara Indonesia yang tengah dilanda kekhawatiran akan keutuhan dalam kebhinekaan serta tetap tegaknya NKRI di bawah naungan Pancasila. Sepintas mungkin ujaran pria bernama Amir dengan berapi-api itu tak banyak berarti dalam kondisi yang normal-normal saja. Tetapi bagaimana jika negara dalam kondisi terancam oleh paham-paham radikal yang mulai menampakan wujudnya dalam hari-hari belakangan ini?

Pernyataan Amir yang adalah salah seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser cabang Mojokerto ini sontak membuat seluruh peserta diskusi yang memadati Graha Gus Dur di kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi tepuk tangan sambil mengelukan perkataan Amir tersebut. Tak terkecuali Menteri Pemuda dan dan Olahraga Imam Nahrawi dan Sekjen PKB Abdul Kadir Karding yang duduk di barisan depan.

Banser merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang menjadi bagian dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Dan Amir, kemarin Minggu (23/7/2017), ia diundang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi “Merawat Keindonesiaan: Tolak Radikalisme, Lawan Intoleransi: yang diinisiasi oleh organisasi Perempuan Bangsa.

Sore kemarin, dia mengisahkan seorang rekannya bernama Riyanto yang menjadi korban aksi teror bom. Riyanto merupakan anggota Banser yang ikut menjaga keamanan Gereja Eben Haezer di Mojokerto, Jawa Timur, pada perayaan malam Natal, pada 24 Desember 2000 silam.

Usai kebaktian, pengurus gereja menemukan sebuah tas mencurigakan di dekat telepon umum. Jaraknya hanya sekitar lima meter dengan lokasi ibadah. Riyanto yang menerima laporan dari pengurus gereja itu, langsung memeriksa isi tas tersebut bersama petugas kepolisian. Saat dibuka, ditemukan rangkaian kabel dan tidak lama kemudian mengeluarkan asap.

Orang-orang yang berada di sekitar lokasi, termasuk aparat, segera pergi menjauh karena takut tas itu akan meledak. Namun, hanya Riyanto yang berani mengambil tas tersebut kemudian membuangnya ke selokan. Saat dibuang itulah bom meledak dan menewaskan Riyanto.

“Waktu dibuka isinya ada pelor, paku dan kabel. Setelah itu tas ngebul, polisi lari semua. Riyanto mengambil tas itu kemudian dibuang ke selokan. Beratnya sekitar tiga kilo. Tidak lama tas itu meledak dan saya pingsan,” tutur Amir.

Tujuh belas tahun setelah tragedi bom malam Natal tidak membuat Amir menyesal menjadi anggota Banser, meski dia harus kehilangan seorang temannya. Menurut Amir, menjaga keutuhan NKRI dari paham radikalisme dan keharmonisan antar-umat beragama telah menjadi kewajibannya sebagai Banser. Amir pun merasa bangga denganĀ  yang telah ia lakukan sampai saat ini.

“Sebagai Banser, saya bangga, karena ada kesadaran dan kebanggaan untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan antar umat beragama. Jangan sampai NKRI runtuh. Mari antar-umat beragama, duduk bersama,” ucapnya.

Terinsipirasi Gus Dur dan Cak Nun

Biyantoro, adik kandung Riyanto yang juga hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan bahwa kakaknya bukanlah seorang santri tulen dan sosok berpendidikan tinggi. Namun, Riyanto rajin membaca literatur atau pemikiran yang ditulis oleh tokoh-tokoh NU seperti Gus Dur.

Selain itu, kata Biyantoro, kakaknya juga sering hadir dalam pengajian umum yang diadakan oleh Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun. Dari situ pemahaman agama Riyanto yang toleran terbangun. Tidak heran jika dia sering terlibat dalam kegiatan sosial dan akhirnya memutuskan bergabung dengan Banser.

“Riyanto itu bukan santri tulen. Tetapi dia senang membaca. Dia terinspirasi oleh tokoh-tokoh muslim seperti Gus Dur. Setiap ada pengajian Cak Nun selalu hadir. Makanya dia memahami setiap agama harus selalu menghormati dan toleransi. Dia paham Islam sebagai agama rahmatan lil alamin,” ucap Biyantoro. (KOMPAS)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *