Tuesday, August 14ITS ALL ABOUT FLORES

Ini Lima Lokasi di Lembata yang Dapatkan Tower BTS Mei 2018 Ini

Kabupaten Lembata akan mendapatkan tambahan 5 BTS baru unruk meningkatkan kwalitas layanan telekomunikasi seluler di wilayah itu.

LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur mendapat bantuan lima menara Base Transceiver Station (BTS) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk lima desa di Pulau Lepanbata yang belum terjangkau akses jaringan telekomunikasi.

“Pada tahun 2018 Kabupaten Lembata mendapatkan bantuan pembangunan lima unit BST (infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator) dari 37 BTS yang diusulkan Bupati Lembata Eliaser Yetjie Sunur kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika,” kata Sekretaris Dinas Kominfo Pemkab Lembata Karel Kia Burin yang menghubungi Antara dari Lembata, Jumat (4/5).

Ia mengatakan Pemkab Lembata semula mengusulkan pembangunan 37 menara BTS di daerah itu karena berdasarkan hasil survei pada umumnya 37 titik masih belum terjangkau jaringan telekomunikasi.

Menurut mantan Kabag Humas Pemkab Lembata itu, usulan Bupati Eliaser Yetjie Sunur ternyata mendapat respons positif dari Kementerian Kominfo, khususnya Direktorat Penyelenggaraan Pos dan Informatika Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) yang menyutujui mengalokasikan bantuan lima unit menara BTS ke daerah itu.

Lima lokasi yang segera memiliki menara BTS, yakni Desa Rumang I (Kecamatan Buyusari), Desa Wiwong (Kecamatan Omesuri), Desa Seranggorang (Kecamatan Lebatukan), Desa Lerek (Kecamatan Atadei), dan Desa Belabao di Kecamatan Wulandoni.

“Masyarakat banyak yang mengeluh karena kesulitan mendapatkan jaringan telekomunikasi, sehingga pemerintah berupaya mengusulkan bantuan kepada pemerintah pusat. Kami bersyukur mendapat bantuan hibah pembangunan lima unit BTS dalam mengatasi ketiadaan jaringan telekomunikasi di daerah ini,” kata Burin.

Dia mengatakan pembangunan lima menara BTS akan direalisasikan dalam Mei 2018, dan berharap masyarakat di lima desa itu harus merasa memiliki lima unit menara BTS sehingga harus merelakan pembebasan tanah seluas 20 X 20 meter untuk pembangunan menara BTS.

“Jika menolak menyerahkan lahan maka pembangunan menara itu dialihkan ke desa lain yang secara sukarela memberikan lahannya untuk pembangunan menara BTS,” katanya menegaskan. (ANTARA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *