Monday, May 21ITS ALL ABOUT FLORES

JF Riberu: Mari Kita Tunjukan Bahwa Warga NTT Junjung Toleransi

Ucapan selamat datang dan pengalungan selendang kepada Uskup Kopong Kung Pr. oleh Ibu Hajah Manzur

JAKARTA – Tragedi penyerangan terhadap Gereja Katolik Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta yang terjadi pagi tadi (11/2/2018) bukan menjadi alasan bagi masyarakat di seluruh NTT untuk luntur semangat persatuan dan kerukunan antara umat beragama di wilayah ini. Demikian pernyataan Johanes Fransiskus Riberu, tokoh muda asal Larantuka di Jakarta kepada media ini. Ia mengharapkan agar persatuan, kerukunan dan perdamaian di bumi NTT semakin terjaga untuk membuktikan bahwa NTT adalah propinsi yang sangat menjunjung toleransi antar umat beragama.

“Secara pribadi saya dan siapa saja yang masih memiliki akal sehat dan perikemanusiaan, pasti mengutuk keras perilaku biadab itu dan kita mendesak apaarat untuk mengusut tuntas tindakan ini. Untuk seluruh warga NTT, saya sangat mengharapkan agar kita terus menjaga persatuan dan menjunjung tinggi toleransi dalam kebhinekaan warga masyarakat. Mari kita buktikan bahwa di NTT, setiap umat beragama yang berbeda dapat hidup berdampingan secara damai,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta hari ini.

Calon senator muda asal Larantuka, Flores Timur ini juga mengajak seluruh pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat dan pemuka agama di seluruh NTT untuk aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak reaktif menyikapi tragedi Sleman itu. Hal ini untuk menjaga agar suasana dan kehidupan masyarakat di NTT tetap kondusif.

“Warga masyarakat pun lebih awas untuk memperhatikan lingkungan sekitarnya untuk menghalau pihak-pihak yang hendak memanfaatkan kondisi ini untuk memerkeruh keadaan.”

Hans Riberu, demikian disapa, mengajak seluruh warga NTT untuk berdoa bagi negeri ini agar dapat melewati berbagai cobaan terhadap kerukunan antar umat beragama. (FK)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *