Sunday, February 25ITS ALL ABOUT FLORES

Klaim Marianus Sae Soal Jalan di Ngada, Dibantah Warganya

Jalan rusak di jalur Ndekundenu-Ramba, Kecamatan Wolomeze, Ngada (Foto: Vox NTT, 7 Maret 2017)

BAJAWA – Klaim Bupati Ngada yang juga calon gubernur dari koalisi PKB-PDI Perjuangan, Marianus Sae saat melakukan presentasi di kantor DPD NTT akhir tahun silam sebagaimana diberitakan media ini, dibantah sejumlah warganet asal Ngada. Dalam artikel yang menyitir klaim kesuksesannya di Ngada, Marianus mengatakan bahwa saat ini orang akan sulit mencari jalan rusak di wilayah kabupaten yang dipimpinnya. Ia juga mengatakan, dirinya membereskan semua persoalan di Ngada hanya dalam tiga tahun kepemimpinannya.

“Pernyataan ini terlalu berlebihan. Yang real adalah dimasa kepemimpinan Pak MS, sudah tidak ada kampung yang terisolasi karena semua kampung sudah dapat diakses. Bahwa kondisi jalan yang masih rusak, lebih banyak bukan status jalan kabupaten tapi jalan propinsi. Juga kalau masih ada jalan-jalan berlubang, artinya tidak parah seperti di daerah lain di Flores,” ungkap Nilla Kelana.

Anton Ngolo, seorang warganet asal Ngada pun mengatakan dengan lebih spesifik, “Waduh. Maaf pak saya bukan tidak setuju pak. Tapi pernyataan seperti ini buat saya merasa lucu. Mungkin dengan postingan ini, kalau banyak yang baca mungkin mereka akan foto dan edar bawa kepada bapak. Ko susah cari jalan jelek ya pak? Padahal banyak masyarakat mengeluh banyak jalan jelek. Termasuk Desa Wawowae, desa di pinggir kota bagian barat kota Bajawa, setelah kelurahan Jawameze. Jalan kabupaten sejak jamannya Bupati Pit Nuwa Wea. Jalan lingkungan jelek sekali. Bahkan bisa mencederai para pengendara sepeda motor. Nanti saya foto saya bawa ke bapak setuju tidak pak,” ungkapnya.

Frederick Radho Foju menuturkan, masuklah ke Boamenge, Ritabhara danĀ  Watusewua/Wawotewa, coba datang ke Kisaraghe lewat Gou atau Lokangeko apakah bisa tembus? Padahal jaraknya jauh lebih singkat daripada lewat Soa yang notabene jalan provinsi yang saat ini terdapat beberapa titik rusak berat bahkan terancam putus.

“Pejabat publik sebaiknya menyajikan sesuatu berdasarkan data dan fakta. Nyatanya dari berita ini banyak yang keluhkan jalan rusak. Ini sama halnya bupati Ngada Marianus Sae melakukan pembohongan publik,” ungkap Nuggie Bello.

Beberapa warganet juga menampilkan foto-foto tentang kondisi jalan di Ngada yang jauh dari klaim bupatinya. Anda bisa menyaksikannya di tautan ini. (FK)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *