Tuesday, August 14ITS ALL ABOUT FLORES

Melchias Mekeng Mengutuk Penyerangan Gereja di Sleman, Yogyakarta

Melchias Markus Mekeng

JAKARTA – Penyerangan terhadap Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta yang terjadi hari ini (11/2/2018) mendapat reaksi yang keras dari sejumlah pihak. Penyerangan yang dilakukan pelaku tunggal dengan senjata tajam itu, tidak hanya merusak sejumlah kelengkapan di dalam gereja, tetapi juga melukai sejumlah umat dan Pastor Prier SJ yang sedang memimpin misa.

Menanggapi tragedi ini, Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, mengungkapkan kemarahannya dan mengutuk keras aksi penyerangan di Gereja Santa Lidwina Sleman, Yogyakarta, pada Minggu (11/2/2018) pagi. Dia meminta aparat penegak hukum memproses pelaku penyerangan dengan hukuman berat agar terjadi efek jera, sehingga insiden memalukan seperti ini tidak terulang kembali.

Seperti diberitakan, penyerang Gereja Santa Lidwina Sleman Minggu pagi diketahui bernama Suliyono asal Banyuwangi, Jawa Timur. Suliyono menyerang umat dengan pedang. Penyerangan itu mengakibatkan empat orang korban luka-luka yakni Romo Prier dan tiga orang umat. Atas kejadian serangan ini Kapolres Sleman, AKBP M Firman Lukmanul Hakim di lokasi, Minggu pagi memastikan bahwa kronologi pelaku penyerangan telah dilumpuhkan. Terkonfirmasi bahwa penyerang masuk gereja dan menyerang pakai pedang panjang.
“Aparat hukum harus segera memproses  pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, dan beri ganjaran hukuman yang berat terhadapnya. Negara ini bisa hancur akibat ulang orang-orang seperti ini, yang tidak pernah mau menerima kenyataan bahwa masyarakat Indonesia itu heterogen, plural. Indonesia  itu warganya heterogen, bukan homogen. Indonesia kuat karena realitas heterogenitas yang ada, yang dianungi oleh Empat Pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Mekeng yang juga Ketua Komisis XI DPR RI.
Dihubungi per telpon Minggu pagi, Mekeng mengatakan, umat Kristiani di Indonesia, lebih-lebih di kawasan timur Indonesia terluka oleh insiden kekerasan semacam ini. “Bagaimana mungkin umat Katolik yang sedang beribadah di gerejanya sendiri bisa diserang dengan cara vulgar seperti ini? Partai Golkar sebagai partai nasionalis yang sangat menjunjung tinggi keanekaragaman masyarakat Indonesia, akan memantau kinerja aparat penegak hukum melalui otoritas fraksinya di DPR. Partai  Golkar akan membahas secara mendalam kasus kekerasan bertendensi sektarianisme seperti ini dengan Polri,” ujar Mekeng memberi warning.
Mengantisipasi dampak negatif dari insiden Gereja Santa Lidwina Sleman,  politisi Katolik berdarah Sikka-Flores kelahiran Jakarta  ini mengimbau seluruh umat Kristiani khususnya di wilayah timur Indonesia untuk tetap tenang, dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. “Umat Kristiani harus tetap tenang dan perlu terus mengedepankan prinsip cinta kasih serta penghormatan terhadap supremasi hukum yang berlaku di negeri ini,” ujar Mekeng.
Anggota DPR RI dari Dapil NTT-1 yang meliputi Kabupaten Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor ini  mengimbau seluruh warga bangsa untuk tetap menjaga rasa persatuan nasional. Jika dicermati secara mendalam, insiden semacam ini merupakan modus teror psikologis untuk merongrong rasa persatuan, dengan cara memicu kecurigaan antar-anggota masyarakat, untuk akhirnya melemahkan ikatan dan rasa kemanusiaan diantara warga bangsa Indonesia. (FK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *