Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

Najwa Shihab dan Virus Membaca di Lembata

FLORESKITA.COM | Najwa Shihab hari ini (12/8/2017) tiba di Lewoleba, Lembata untuk menghadiri deklarasi Ayo Baca menuju Lembata Kabupaten Literasi. Ia didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur dan Thomas Ola Langoday, disambut oleh kerumunan warga masyarakat Lembata di Taman Swaolsa Titen, bekas pasar lama Lewoleba. Presenter program Mata Najwa di Metro TV ini terlihat cantik dibalut kain tenun khas Lamaholot dengan sebuah selendang tenun bermotif kuning emas menggantung di bahu kirinya.

“Saya datang (ke Lembata-red) sebagai duta baca Indonesia. Duta baca Indonesia tugasnya berkeliling Indonesia, mencari pemimpin, mencari komunitas, mencari kota, mencari sekolah, mencari anak-anak yang akan dengan mudah terjangkit virus membaca. Tugas saya menyebar virus. Dan saya ingin datangi adalah orang-orang yang sudah siap tersebar virus itu, dan kabupaten pertama di NTT yang berani mengatakan, saya baca, pasar baca ada di Lembata. Jadi rasanya tugas saya akan sedikit lebih ringan, karena Ina Ama kaka-kaka sudah lebih siap,” ungkap Najwa ditingkahi tepuk tangan masyarakat.

Najwa kemudian membaca catatan Najwa yang begini bunyinya:

“Sangat banyak orang yang sudah melek aksara, berapa yang benar-benar gemar membaca. Membaca bukan hanya sekedar mengikuti baris-baris kata, itu namanya hanya sekadar mengeja. Membaca adalah upaya merekuh makna, ikhtiar untuk memahami alam semesta. Itulah mengapa buku disebut jendela dunia yang merangsang pikiran agar terus terbuka. Karena budaya membaca, prasyarat jadi bangsa hebat, bagaimana cara agar minat baca kian melesat. Dari Lembata, Saya Baca!

Jika melek aksara menjadi hal biasa, Minat baca adalah hal yang istimewa. Sekadar mengeja telah menjadi kebiasaan, Namun gemar membaca adalah keistimewaan. Meningkatkan minat baca memang tak gampang
Berbagai kendala banyak menghadang, Budaya menonton kian merajalela, Sosial media lebih menggoda ketimbang pustaka.

Buku-buku memang terus diproduksi, Tapi tak serta merta meningkatkan literasi. Belum lagi persoalan distribusi
Buku-buku sulit diakses mereka yang terisolasi. Perpustakaan hanya diisi diktap dan kisi-kisi, Sedikit yang bisa menghidupkan imajinasi.

Terpujilah mereka yang gigih sebarkan bahan bacaan kepada mereka yang haus ilmu pengetahuan. Merekalah yang menyodorkan jendela dunia agar anak-anak bangsa dapat berpikir seluas cakrawala. Agar kita menjadi negara yang maju. Menjadi bangsa yang melahirkan para penemu. Dari Lembata, Saya Baca!”

Sementara itu dalam jumpa pers, Najwa menyebut dirinya sebagai provokator untuk menyebarkan virus membaca kemana-mana. Meski pada awal didaulat menjadi Duta Baca, ia mengaku merasa tegang dan stres, karena Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain di dunia dalam urusan membaca.

Asal tahu saja, Most Literate Nations in the World menempatkan Indonesia pada pringkat 60 dari 61 negara, dimana negara ke 61 itu adalah sebuah negara kecil di Afrika, Botswana.

Menurut dia, dari perjalanannya ke sejumlah daerah di Indonesia, ia menemukan minat baca yang tinggi namun harus berhadapan dengan kendala akses buku yang sulit. Itu sebabnya, di daerah terpecil, jika ada orang yang membawa buku pasti menjadi rebutan anak-anak.

Najwa juga menyoroti realitas di kalangan para politisi dewasa iniĀ  yang bermental instant. Pendidikan menurutnya, adalah sebuah isu yang hasilnya tidak langsung terlihat sehingga minim sekali komitmen politisi untuk membangun dunia pendidikan.

Najwa berpesan agar Pemerintah Kabupaten Lembata tetap dan terus berkomitmen untuk membangun budaya literasi di Lembata. (JK/Foto: Sandro Wangak-weeklyline.net)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *