Wednesday, January 24ITS ALL ABOUT FLORES

Pecat Kader Mulai Jadi Tradisi di PDI Perjuangan

Frans Lebu Raya, Herman Heri dan Hasto Kristianto (Foto: Weeklyline.net)

JAKARTA – PDI Perjuangan akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah kader yang dianggap menyimpang dari keputusan organisasi dalam kaitan dengan penyelenggaraan Pilgub NTT 2018. Jika sebelumnya Raymundus Fernandez menyatakan mengundurkan diri dari jabatan struktural dan keanggotaannya di partai ini, maka Jumat (22/12/2017) Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara tegas mengatakan akan memberikan sanksi pemecatan terhadap Dolvianus Kolo dari keanggotan PDI Perjuangan. Dolvianus Kolo saat ini menjabat Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT. Dia juga anggota DPRD Provinsi NTT.

Pemecatan terhadap kader yang dianggap tidak loyal kepada garis kebijakan partai ini bukan baru kali ini terjadi. Dalam Pilkada Lembata 2017 silam, partai ini juga memecat sejumlah kadernya di Lembata yang dianggap mbalelo dari keputusan partai. Pemecatan ini bahkan diumumkan secara terbuka dari atas mimbar kampanye pasangan Viktor Mado Watun – M. Masir Laode yang diusung partai banteng bermoncong putih ini.

Menurut Hasto, sebagaimana dikutip Kompas.com, pemecatan dilakukan menyusul sikap Dovianus Kolo yang mengkritik penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Marianus Sae-Emilia Nomleni.

“Berpartai itu harus dijalankan dengan disiplin, taat pada mekanisme partai, dan setia pada konstitusi partai. Apa yang disampaikan Dolvianus dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin sehingga dia akan diberikan sanksi pemecatan,” tegas Hasto.

Secara khusus, lanjut Hasto, ia sudah berbicara dengan Djarot Syaiful Hidayat, Ketua Bidang Organisasi DPP PDI Perjuangan tentang sanksi pemecatan itu.

“Dolvianus sudah diminta untuk memberikan klarifikasi. Namun Dolvianus malah memberikan berbagai pernyataan yang tidak menunjukkan kapasitasnya sebagai kader partai. Karena itulah partai harus mengambil tindakan tegas seperti sanksi pemecatan,” tegasnya.

Terkait penetapan calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Hasto menegaskan, proses telah dijalankan.”Berbagai aspirasi telah ditampung, dan keputusan telah diambil, serta bersifat final. Bagi yang tidak setuju pada kepentingan kolektif partai, maka Partai akan menegakkan disiplin partai,” ujarnya. (TBN)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *