Wednesday, January 24ITS ALL ABOUT FLORES

Pemain Terbaik El Tari Cup Ini, Skuad PERSAMI Asal Ngada yang Pernah Membela PERSE Ende.

Usai deklarasi di Sumba, Honing Sanny, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi berfoto bersama.

KUPANG – Majunya sosok Josef A. Nae Soi, politisi senior Partai Golkar yang pernah duduk di Komisi V DPR RI selama dua periode di saat-saat terakhir dinamika di peta Pilgub NTT, sempat mengagetkan banyak pihak. Pasalnya, usai gagal mendapatkan kursi kedua untuk partainya dalam Pileg 2014 silam, namanya jarang muncul di media sekalipun aktifitas disekitarnya banyak disorot media seperti halnya saat ia terlibat dalam proses hukum Mantan Gubernur DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahja Purnama atau Ahok. Ia kerap mendampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sebagai staf ahli di kementerian ini.

Tak banyak yang tahu bagaimana kiprahnya dimasa lalu sebelum duduk di Komisi V DPR RI (2004-2014). Bukan  kebetulan juga ketika Kaka Ose Рsapaan Viktor Bungtilu Laiskodat kepadanya, bersua dengan politisi muda asal Ende-Lio, Honing Sanny dalam jalan baru politik di Pilgub NTT kali ini.

Disela-sela aktifitas deklarasi Paket Victory – Joss di Sumba dua hari silam (6 Januari 2018), Honing Sanny yang dikenal dengan slogan ‘NTT Bersih’ ini merekam sekeping kisah perjalanan hidup Kaka Ose dimasa muda dulu. Honing menulisnya dalam, Seri-2: Jalan Baru Politik Kita.¬†Tulisan itu diberi judul, Terima Kasih Bapak Lorens Say dan diposting di akun facebook Bang Honing Sanny.

“Ada hal yang special dalam obrolan itu yakni tentang Bapak Yosef yang juga pemain sepak bola pada masa mudanya. Sewaktu sekolah SMOA di Ende beliau adalah pemain PERSE Ende. Bahkan pernah ikut seleksi PON ke-VII di Tambak Sari Surabaya sekitar awal tahun 1970-an.”

Catatan pertama di bagian ini adalah, Kaka Ose adalah Putera Ngada yang pernah menjadi pemain sepakbola untuk membela nama Kabupaten Ende melalui Tim PERSE Ende.

“Setelah lulus sekolah beliau pindah ke Maumere dan menjadi guru olah raga. Murid-muridnya antara lain Pak Anser Rera yang saat ini Bupati Kab. Sikka dan Bapak Petrus Selestinus sekarang menjadi pengacara ternama di Jakarta,” demikian tulis Honing Sanny.

Catatan kedua adalah, lepas dari perjalanan politik antara guru dan murid namun sejarah tetap mencatat bahwa Bupati Sikka saat ini adalah murid Kaka Ose dijaman itu.

“Di Maumere, beliau menjadi pemain PERSAMI dalam turnamen Piala El Tari kala itu. Dalam turnamen itu, beliau kemudian terpilih menjadi pemain terbaik bersama salah satu pemain bola asal Manggarai. Sebagai penghargaan atas prestasinya, beliau mendapatkan uang sebesar Rp. 38.000, sebagai hadiah dari Bupati Sikka kala itu Bapak Lorens Say yang namanya diabadikan sebagai nama Pelabuhan Laut di Maumere.”

Catatan ketiga, setelah PERSE Ende, rupanya sosok Josef Nae Soi juga turut memberikan andil bagi kebanggaan masyarakat Sikka kala itu. Tak tanggung-tanggung, menjadi pemain terbaik bagi PERSAMI dalam ajang sepakbola antar kabupaten se-NTT.

Andai saat itu, media massa sudah seramai sekarang, maka bukan tidak mungkin banyak wartawan yang akan menulis kabar ini dengan judul: Pemain Terbaik El Tari Cup Ini, Skuad PERSAMI Asal Ngada yang Pernah Membela PERSE Ende.

Lanjut Honing Sanny, dengan modal uang Rp38.000 itulah, Kaka Ose kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke Jawa.

“Berulang-ulang kali dalam ceritanya beliau mengucapkan terima kasih kepada Almarhum Bapak Lorens Say dan berdoa semoga jiwanya damai di Surga,” tulis Honing. (FL)

 

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *