Tuesday, August 14ITS ALL ABOUT FLORES

Pemerintah Ingin Satukan Merek Kopi Bajawa dan Manggarai Ini

Kopi NTC dari Flores

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berupaya memperjuangkan penyatuan nama kopi di Flores antara Arabika Flores Bajawa (AFB) dan Arabika Flores Manggarai (AFM) dalam satu nama sebagai merek dagang.

“Upaya ini untuk memudahkan kopi Flores bisa lebih mudah melambung di pasaran nasional maupun pasar internasional,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT Yohannes Tay Ruba kepada Antara di Kupang, Sabtu (19/5), terkait unifikasi merek dagang kopi tersebut.

Ia menjelaskan nama kopi tersebut masih berdasarkan pada nama kabupaten, tetapi karena kopi Arabika ini berasal dari satu kawasan di Flores, maka lebih elok jika namanya disatukan.

“Kami dari provinsi mau menyatukan untuk menyebut satu brand yaitu Kopi Arabika Flores sebagai merek dagang kopi Flores, sehingga tidak ada lagi nama AFB maupun AFM,” katanya.

Namun, menurut Tay Ruba, upaya ini tentu tidak mudah karena masing-masing daerah ingin mempertahankan namanya sebagai branding atau merek dagang.Kopi Arabika Flores Manggarai (AFM) maupun Kopi Arabika Flores Bajawa (AFB) sudah mendapat sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

Sertifikat IG ini merupakan salah satu persyaratan untuk dapat menembus pasar ekspor, selain sertifikat organik.

Pengamat pertanian dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Leta Rafel Levis mengatakan perlu dilakukan unifikasi dua mereka kopi asal Flores tersebut.

“Unifikasi kedua merek tersebut menjadi satu merek dagang Kopi Arabika Flores akan memiliki daya promosi pasar lebih kuat, dibandingkan kalau keduanya terpisah,” katanya.

Menurut dia, nama Flores telah terkenal ke seluruh dunia, sehingga penamaan kopi Arabika Flores dari segi perdagangan lokal, regional dan internasional memiliki daya saing lebih tinggi dibandingkan jika keduanya terpisah.

“Dengan adanya daya saing yang semakin tinggi, tentunya akan lebih menguntungkan petani dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur,” demikian Leta Rafael Levis. (FK/ANTARA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *