Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

Polisi Vatikan ungkap Pesta Homoseksual di Rumah Kardinal

FLORESKITA.COM | Petugas kepolisian di Vatikan dikabarkan telah menggerebek sebuah rumah yang diidentifikasi sebagai hunian milik anggota Kongregasi Doktrin Iman, sebuah departemen di Vatikan yang bertanggung jawab menangani pelecehan seksual klerus dan isu-isu utama lainnya. Diklaim penghuni utama flat itu adalah sekretaris Kardinal Francesco Coccopalmerio, kepala Dewan Kepausan untuk teks Legislatif dan penasihat utama Paus.

Dilansir dari www.metro.co.uk, hari ini (5/7/2017) sekretaris yang tidak disebutkan namanya itu rupanya telah direkomendasikan oleh Kardinal Coccopalmerio untuk dipromosikan menjadi uskup, namun skandal terbaru ini sepertinya menghalangi ambisi karir tersebut. Sebelumnya dikabarkan, sang sekretaris juga telah menghabiskan beberapa waktu untuk pulih dari dua overdosis obat terlarang di sebuah di rumah sakit di Roma, dan di sebuah biara Italia. Perjuangannya dengan obat-obatan juga dikatakan telah memberatkan langkahnya untuk maju sebagai uskup.

Tuduhan tentang pesta seks tersebut diterbitkan minggu lalu oleh surat kabar Italia Il Fatto Quotidiano.
Polisi Vatikan menggrebek ‘pesta gay di rumah kardinal’

Permasalah yang menggemparkan Vatikan ini terjadi pada masa yang berat bagi Paus Fransiskus. Paus saat ini dikabarkan tengah menghadapi meningkatnya skandal dan konflik di dalam Gereja Katolik.

Seorang kardinal senior yang ditugaskan untuk menangani keuangan Vatikan, Kardinal George Pell, baru saja meninggalkan cuti untuk membela diri melawan tuduhan pelecehan seksual di Australia. Sementara itu Kardinal Gerhard Müller, ketua Kongregasi untuk Ajaran Iman, belum memiliki masa jabatannya diperbaharui.

Kedua kardinal tersebut dipandang sebagai bagian dari aliran konservatif yang sedang menghalangi reformasi Paus Fransiskus yang progresif dan lebih bermurah hati atas pertanyaan perkawinan, perceraian dan persekutuan, menurut The Times.

‘Perlawanan terhadap Paus berkembang,’ seorang sumber mengatakan kepada surat kabar tersebut. “Kami telah melihat lima cerita yang mengganggu muncul dalam hitungan beberapa hari.

“Mereka telah menciptakan turbulensi. Tidak akan ada skisma, tapi Paus telah kehilangan kredibilitas di mata banyak orang.” (HH/Foto: Ist)

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *