Monday, July 16ITS ALL ABOUT FLORES

Profesor Asal Inggris ke Unflor, Ada Seminar Nasional Sejarah

Prof. Dr. Peter Carey, guru besar sejarah asal Inggris yang menjadi Adjunct (visiting) Professor di Universitas Indonesia.

ENDE – Pendidikan sejarah berbasis budaya menuju Indonesia berwawasan IPTEKS adalah tema seminar yang digelar besok, Sabtu (5/5/2018), di Aula Paroki Mautapaga, Kota Ende oleh FKIP Sejarah Unv=iversitas Flores, Ende. Hadir sebagai pembicara seorang profesor sejarah asal Inggris, Prof. Dr. Peter Carey dan Prof Hermanu Joebagio, M. Pd. guru besar sejarah dari UNS Solo serta Yosef Dentis Spd, M.A Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores.

Yosef Dentis Spd, M.A dalam keterangan persnya di Kampus Universitas Flores,  hari ini mengatakan, Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores memandang perlu menyelenggarakan sebuah seminar nasional untuk membangun pemahaman yang sama di kalangan akademik dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidang pendidikan sejarah berbasis budaya. Ini sejalan dengan visi dan misi serta tujuan dan sasaran program studi khususnya dan Universitas Flores pada umumnya.

Visi dan misi serta tujuan Unflor adalah membangun sebuah model pendidikan berbasis budaya agar generasi muda tidak kehilangan identitas diri yang akan bermuara pada kehilangan identitas kebangsaan. Sementara tujuan seminar ini untuk membangun pemahaman yang sama diantara kalangan akademik tentang pendidikan sejarah berbasis budaya.

Prof. Dr. Peter Carey adalah seorang sejarawan dan pengarang Inggris yang mengkhususkan diri dalam sejarah modern Indonesia, utamanya Jawa, dan juga menulis tentang Timor Timur (Timor-Leste) dan Burma (Myanmar). Ia merupakan Laithwaite fellow Sejarah Modern di Trinity College, Oxford, dari 1979 sampai 2008.

Carey secara reguler berkomentar tentang sejarah dan politik Asia Tenggara pada media Inggris. Ia sekarang menjadi Profesor Pendamping pada Departemen Kemanusiaan Universitas Indonesia di Jakarta (2013–15), dan sebelumnya menjadi Direktur Kepercayaan Kamboja untuk Negara Indonesia (2008–2012), sebuah yayasan difabel Inggris yang ia dirikan pada November 1989 yang ditujukan untuk membantu para korban pertambangan di Kamboja.

Ia juga mendapatkan gelar Adjunct (visitingProfessor dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) pada 2014 silam. (FK/Foto: cuny.edu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *