Tuesday, August 14ITS ALL ABOUT FLORES

RS Bukit Lewoleba, Rumah Sakit Swasta Pertama di Flotim dan Sekitarnya

Peringatan HUT ke-50 RS Bukit Lewoleba 2017 (Foto: lembatanews.com)

LEWOLEBA – Rumah Sakit Bukit Lewoleba merupakan Rumah Sakit Katolik yang bernaung dibawah Yayasan Papa Miskin Keuskupan Sufragan Larantuka. Rumah Sakit Bukit Lewoleba mulai berkarya  pada 9 September 1967 dan merupakan rumah sakit swasta pertama di wilayah Flores Timur dan sekitarnya. Tujuan awal berdirinya rumah sakit ini adalah kenyataan bahwa angka kematian di Flores Timur yang sangat tinggi karena tingkat kesehatan masyarakat yang masih sangat rendah. Pelayanan kesehatan menjadi prioritas yang harus diutamakan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pada masa lalu, hingga tahun 1980-an akhir, rumah sakit ini cukup dikenal oleh warga Flores Timur dimana Lembata masih menjadi bagian kesatuan dari kabupaten Flores Timur. Sejumlah dokter ternama datang dari Jawa dan melayani warga Flores Timur di rumah sakit ini. Sebut saja nama Dokter Handoko hingga Dokter Steven yang cukup dikenal oleh warga.

Setelah sekira 20 tahunan terakhir namanya meredup, kini Rumah Sakit Bukit mulai berbenah diri dengan sejumlah peningkatan. Rumah Sakit yang terletak di Jalan Trans Atadei itu  pun mulai melakukan pembangunan baik kondisi fisik rumah sakit maupun mental kepegawaian melalui Akreditasi Rumah Sakit. Peningkatan pelayanan juga dilakukan dengan sungguh-sungguh demi  meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Lembata.

Rumah Sakit Bukit Lewoleba berada dibawah koordinasi Yayasan Papa Miskin Keuskupan Sufragan Larantuka dibawah Dewan Pembina YM. Mgr. Frans Kopong Kung, Pr, untuk pelayanan sehari-hari dikoordinir oleh Romo Kristoforus Kristo Soge, Pr selaku Ketua Yayasan Papa Miskin.

Kini para pemegang kartu BPJS pun sudah dapat dilayani di RS ini. Terdapat sejumlah ruangan rawat inap dari kelas tiga hingga VIP. Demikian juga ruangan anak dankebidanan. Terdapat dua dokter umum yang bertugas disini, juga dokter spesialis anak dan spesialis kandungan. Pihak RS sedang mengupayakan keberadaan dokter spesialis penyakit dalam. (CRL/FK)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *