Monday, June 25ITS ALL ABOUT FLORES

Semarak HUT Keluarga Adonara di Lembata Tahun 2018

Seminar Memperingati HUT 21 Ikatan Keluarga Adonara, Lembata (Foto: Bentara.net)

LEWOLEBA – Ikatan Keluarga Adonara (IKA) Lembata genap berusia 21 tahun. Perayaan ulang tahun kelompok ini dilakukan dengan sejumlah rangkaian acara. Ketua Panitia Penyelenggara, Ansel Bahy di sela-sela Seminar Budaya yang diselenggarakan di Aula Kopdit Ankara Lewoleba, Sabtu (19/5/2018) mengatakan, HUT Kali ini  dirayakan dengan rangkaian acara dianggap paling semarak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Perayaan HUT IKA Lembata ini diawali dengan karnaval budaya yang diikuti oleh banyak komunitas dan kelompok-kelompok peguyuban dari berbagai daerah yang ada di Lewoleba, Kabupaten Lembata. Acara ini dimeriahkan pula oleh barisan drum band dari SMA Negeri 1 Lewoleba dan marching band dari SMA Frater Don Bosco Lewoleba.

Berikutnya digelar juga pertandingan bolavoli yang diikuti oleh pelbagai klub bolavoli yang ada di Lewoleba. Dan, sejak sore tadi panitia juga menggelar kegiatan ilmiah yakni Seminar Budaya yang mengusung tema “Aku” Dalam Pusaran Budaya Lamaholot.

Sebagaimana dilaporkan oleh pos-kupang.com, tema ini menjadi pilihan karena saat ini Lewoleba khususnya Kabupaten Lembata pada umumnya dihuni oleh masyarakat yang heterogen, yang datang dari berbagai suku, ras dan lainnya lalu hidup bersama, membaur satu sama lain di tanah lamaholot ini.

Secara psikologis, kata Ansel, warga yang datang tersebut telah menjadi bagian dari masyarakat Lamaholot di Kabupaten Lembata. Tapi dalam.kelamaholotan itu, mereka tetap menunjukkan jati dirinya sebagai warga pendatang baik itu asal suku dayak, batak karo, Ende Lio, Bajawa, Manggarai, Rote, Sabu, Sumba, Alor, Timor dan lainnya.

Yang jadi pertanyaan, kata Ansel, adalah apakah sebagai orang Lamaholot, kita sudah memperlihatkan sikap dan perilaku, tutur kata, adat dan budaya sebagaimana jati diri orang Lamaholot yang sesungguhnya?

“Sudahkah kita memperlihatkan diri kita sebagai orang Lamaholot dalam pusaran warisan budaya kita? Faktor inilah yang menjadi alasan bagi kami untuk menyelenggarakan seminar ini dengan tema “Aku” Dalam Pusaran Budaya Lamaholot,” ujar Ansel. (Sumber: Pos Kupang/Foto: Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *