Tuesday, August 14ITS ALL ABOUT FLORES

Wasekjen Viktus Murin: Partai Golkar Konsisten dengan Tagline Bersih

Viktus Murin, Wakil Sekjen Partai Golkar

JAKARTA – Partai Golkar tetap konsisten pada tagline politik “Golkar Bersih-Golkar Bangkit-
Golkar Maju-Golkar Menang”. Tagline bersih tersebut diluncurkan Partai Golkar ke publik pada era
kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto hasil Munaslub Desember 2017. Konsistensi sikap
itu merefleksikan kehendak dan cita-cita Partai Golkar sebagai kekuatan ideologis dalam
pembangunan nasional, yang substansinya selaras dengan Program Nawacita Presiden Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Viktus Murin, Wakil Sekjen Bidang Kajian Strategis dan Intelijen
DPP Partai Golkar, Viktus Murin, Sabtu (14/7/2018), saat dimintai tanggapannya menyusul
penangkapan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang berinisial ES oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) pada Jumat (13/7/2018).

Seperti diberitakan, ES ditangkap KPK Jumat sore di rumah dinas Menteri Sosial Idrus
Marham saat menghadiri pesta ulang tahun anak Idrus Marham. Bersama ES, KPK mencokok
delapan orang lainnya dalam operasi penangkapan tersebut. Juru Bicara KPK, Febridiansyah
mengonfirmasikan bahwa sembilan orang yang ditangkap KPK itu selain Anggota DPR RI, ada unsur
dari pihak swasta, staf ahli, dan sopir pribadi.

Viktus Murin yang juga Sekretaris BAKASTRATEL (Badan Kajian Strategis dan Intelijen) DPP
Partai Golkar ini mengakui, pasca penangkapan kader perempuan Partai Golkar yang berinisial ES,
tentu saja ada keprihatinan kolektif pada internal DPP. Namun, jauh di atas keprihatinan internal
semacam itu, cita-cita dan kehendak ideologis Partai Golkar tetap merupakan hal tertinggi dalam hal
pedoman pergerakan atau kiprah partai.

“Kami tentu saja prihatin terhadap Ibu ES. Tetapi, kami lebih prihatin pada gangguan
terhadap cita-cita ideologis partai, dalam hal ini membentuk eksistensi dan citra Partai Golkar
sebagai partai yang bersih dari korupsi. Apakah akan ada bantuan hukum kepada Ibu ES, tentu saja
akan dikaji secara proporsional oleh badan hukum Partai Golkar,” tandas Viktus Murin, mantan
aktivis mahasiswa 1998 yang pernah menjadi Sekjen Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional
Indonesia) periode 1999-2002.

Menurut Viktus Murin, Partai Golkar tetap berkeyakinan bahwa publik tidak akan
mencampuradukkan kasus hukum seperti yang menimpa ES dengan prinsip-prinsip dan program
nasional Partai Golkar untuk memajukan pembangunan bersama pemerintah.

“Partai Golkar adalah partai politik moderen yang usianya paling tua di republik ini. Kasus
hukum seperti yang menimpa ES tentu saja berpengaruh secara psikologis di lingkungan internal
partai. Namun demikian, tidak mengganggu secara keseluruhan dalam hal langkah maju dan kiprah
Partai Golkar bagi kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” pungkas Viktus Murin, yang pada era
awal 1990-an pernah menjadi jurnalis Pos Kupang, koran harian terbesar di Nusa Tenggara Timur. (FK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *