Wednesday, December 13ITS ALL ABOUT FLORES

Wawancara Ardy Pukan: Kaka-Kaka Dorang dari Flotim, Ingat Adik-Adikmu di Persebata Sini

FLORESKITA.COM | Persebata Lembata bermain secara profesional dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Jika mereka pernah kalah dari Perseftim Flores Timur sang kakak kandungnya, tidak ada yang tahu apa sebabnya. Mungkin tidak semua sepakat bahwa Flotim lolos ke 8 besar karena perjuangan dan kerja keras sang adik, Persebata Lembata. Namun, fakta yang tidak bisa dipungkiri adalah kemenangan mereka melawan SBD yang sebelumnya mengalahkan sang kakak dengan skor memalukan, 6-2 serta mengalahkan Perserond Rote Ndao dengan skor 3-2, adalah jalan lapang, keluar dari lobang jarum bagi sang kakak menuju babak 8 besar.

Sudden Death adalah kematian mendadak yang bisa dialami sebuah tim jika dibabak awal harus bersua dengan tim raksasa. Dan kondisi itu pula yang dialami Flores Timur bila Lembata dikalahkan Rote Ndao, sehingga Rote Ndao menjadi juara grup dan Perseftim menjadi runner up dan harus bertemu dengan raksasa sepak bola NTT, PSN Ngada di babak 8 besar. Lagi-lagi posisi riskan ini harus diambil sang adik, yang pernah mengalahkan PSN Ngada dalam pertandingan di Piala Gubernur 2014 silam.

Bagaimana kondisi Persebata Lembata di Kota Ende saat ini menghadapi pertandingan versus PSN Ngada, serta apa harapan mereka terhadap publik Lembata dan Flores Timur dimana saja berada? Berikut ini wawancara dengan Ardi Pukan, mantan pemain Persebata Lembata yang berdomisili di Ende, yang rumahnya menjadi tempat untuk menampung adik-adiknya tim Persebata, Lembata. Simak nukilannya…

Rumah orang tua Anda menjadi basecamp Persebata Lembata di Ende. Bagaimana kondisi sesungguhnya anak-anak Persebata Lembata di situ?

Kondisi adik-adik di rumah sini sangat-sangat memprihatinkan, karena saya juga seorang atlit yang tidak pernah diperlakukan seperti ini. Tetapi semangat juang adik-adik tetap tinggi dan mereka tidak berpikir tentang bagaimana perlakukan terhadap mereka. Mereka sangat termotivasi dalam keadaan ini untuk memberikan sesuatu yang terbaik untuk Lewotana.

Kalau mau jujur kaka, kita makanan seorang atlit tidak seperti yang kita rasakan sekarang. Makanan seorang atlit itu tidak bisa kita batasi, tetapi karena kekurangan saja sehingga kami terpaksa harus membatasi sekalipun mereka punya porsi latihan yang tidak dikurangi. Dengan keterbatasan, kami terpaksa harus mengatur supaya semua kebagian. Karena jujur, kami datang dari Lembata tidak punya dana sedikit pun untuk mengatur anak-anak punya konsumsi.

Apa saja yang telah dilakukan oleh keluarga Lembata yang ada di Kota Ende untuk adik-adik Persebata di sana?

Kami datang di Ende dan harus datang ke rumah-rumah keluarga Lembata di Ende untuk meminta uluran tangan mereka agar anak-anak kita bisa mengikuti kompetisi ini sekalipun hasilnya pun apa adanya namun setidaknya sudah sangat membantu kami.

Saya belasan tahun jadi pesepakbola, saya punya nama di NTT, tidak pernah sekalipun saya diperlakukan seperti ini. Untungnya semangat juang untuk mengharumkan nama Lewotana lebih tinggi sehingga mereka terlihat tidak terlalu menggubris kondisi ini.

Ardy Pukan bersama ofisial Tim Persebata ETMC 2017 di Stadion Marilonga, Ende

Bagaimana perasaan Anda dan keluarga Lembata di Ende setelah menyaksikan penampilan Persebata di dua laga terakhir?

Hasil yang dicapai ini membuat seluruh keluarga Lembata di Kota Ende sangat terharu. Dengan kekurangan yang begitu besar tetapi prestasi yang diberikan sangat memuaskan dan membanggakan. Banyak simpatisan dari orang non Lembata yang datang ke rumah, tetapi yang kami butuhkan adalah bagaimana pemda Lembata membuka mata untuk anak-anak ini.

Bayangkan saja, dari 19 tim yang ada, Lembata menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di babak 8 besar. Itu yang harusnya membuat Pemda Lembata buka mata. Mereka datang main ini kan membawa nama Lembata, bukan bawa nama nenek moyang dari mana punya. Kita bawa nama Lembata, kenapa petinggi-petinggi di Lembata tutup mata.

Sebagai adik, Lembata menjadi penentu bagi Flores Timur yang akhirnya masuk 8 besar sebagai juara grup. Apakah memang Lembata sengaja memainkan strategi untuk dua tim Lamaholot ini leading di Grup C ataukah ini terjadi semata-mata karena Lembata bermain all out?

Saya mau menyampaikan secara pribadi bahwa Flores Timur harus bersyukur kepada Lembata, karena Lembata meloloskan dia ke putaran kedua. Lembata memberikan dia peluang lebih bagus lagi sebagai juara pool sehingga terhindari dari partai sudden death dengan PSN Ngada di babak 8 besar, karena siapapun yang bertemu PSN Ngada di babak awal pasti berhitung sangat untuk bisa selamat ke putaran selanjutnya. Berikutnya lagi, Lembata yang sudah terseok-seok sejak awal dengan kondisi prihatin ini, begitu masuk babak 8 besar harus langsung bertemu dengan raksasa sepak bola NTT yaitu PSN Ngada. Jadi sudah sepatutnya dan kita menghargai apresiasi dan dukungan dari kaka dorang di Flores Timur.

Persebata memainkan sepakbola indah dari kaki ke kaki. Apakah ini sudah menjadi corak khas dari Persebata semenjak Anda masih bermain untuk Persebata?

Tim Persebata Lembata semenjak saya juga bermain, memang kami dididik untuk bermain taktis dari kaki ke kaki, karena kami secara sadar ingin menampilkan keindahan bermain sepak bola dengan teknik tinggi. Jadi mereka ini, kalau saya lihat dari segi perorangan, Lembata masih di atas dengan tipe permainan yang dia tunjukan di dua pertandingan terakhir. Dan itu diakui masyarakat di Kabupaten Ende.

Salah satu buktinya adalah saat ini top skor sementara adalah salah satu pemain PERSE Ende dan Sahril Bara dari Persebata Lembata.

Adakah pesanmu buat pendukung Persebata Lembata atau Perseftim yang bersama sang adik Lembata maju ke babak 8 besar?

Terhadap pelatih Perseftim, saya sudah menyampaikan bahwa lihat kamu punya adik-adik ini. Berkat perjuangan mereka kamu bisa lolos jadi juara grup dan terhindari dari PSN di babak 8 besar. Jadi kaka dorang di Flores Timur, tolong ingat adik-adikmu di Persebata Lembata. (JK/Foto: Ardy Pukan)

Bagi Anda yang tergerak hatinya untuk membantu Tim Persebata Lembata di ETMC 2017, Ende agar lebih manusiawi dalam mempersiapkan diri memasuki babak-babak selanjutnya, silahkan salurkan kepedulian dan rasa memiliki Lembata dalam diriĀ  Anda melalui: Rek. Bank NTT Cabang Lewoleba a/n: Bernadus Yosef Pukan, No. 010.02.06.001603.4. Untuk konfirmasi bantuan, Anda dapat menghubungi Ardy Pukan di 081338351488.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on TumblrDigg this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *